Memadukan Tradisi dan Modernitas sebagai Kekuatan Pertunjukkan

Muda, kreatif, dan inovatif. Pendiri sanggar angklung kontemporer iKreasindo Ika Widianingsih sesungguhnya lebih dari seorang seniman. Dia pantas disebut diplomat kebudayaan. Kepiawaiannya mempertunjukkan angklung kontemporer membawanya ke berbagai negara. Penampilannya mengundang decak kagum.

Mengenalkan angklung dan mempertunjukkan di berbagai pentas di luar negeri memang telah dilakoni Ika sejak beberapa tahun silam. Perempuan yang pernah menyabet gelar Putri Indonesia Berbakat 2005 ini dikenal sebagai instruktur angklung yang komunikatif dan interaktif. Lebih dari itu, dia juga menyedot perhatian karena mampu mengolaborasikan seni tradisional dan kontemporer sebagai sebuah kekuatan.

Dalam banyak pertunjukkannya, dia selalu mengenal kan khazanah Indonesia. Kecitaannya pada kesenian tradisional ini juga mendorong dia menjadi wirausaha muda lewat bisnis iKreasindo. Bagaimana dia mendalami profesi ini dan apa mimpi-mimpinya? Berikut petikan wawancara dengan Ika:

Bagaimana mula menggeluti musik tra di sional angklung?

Pada 2002 hingga 2007 saya bergabung de ngan Sanggar Ang klung Saung Udjo. Saya banyak belajar disana tentang musik angklung. Saung Udjo adalah guru saya. Meski demikian, saya tidak terus berkiprah di bidang ini. Saya sempat vakum tidak berkegiatan seni pada 2007 atau sejak tidak aktif lagi di Saung Udjo. Dan, pada tahun sejak itu saya bersama teman-teman berkonsentrasi untuk mendirikan iKreasindo yang berfokus pada musikmusik kontemporer.

Apa yang mendasari kelahiran iKreasindo?

Pada awalnya saya bersama temanteman suka kumpul untuk bermain musik bareng. Pada waktu itu saya punya alat-alat (angklung) sangat sedikit. Sedangkan teman-teman bermacam-macam talenta mu siknya. Dari sana, kami sering latihan-latihan serius menggabungkan keahlian masing-masing. Pada perkembangannya tebersitlah untuk men di rikan sebuah wadah untuk menyalurkan kesenangan itu.

Dan proses pembentukannya?

Ketika sudah memiliki modal yang cukup, saya mendirikan iKreasindo yang menawarkan paket-paket pertunjukan angklung dan angklung itu sendiri. Sekarang berkembang dengan paket tari-tarian tradisional dan modern. Kami juga dapat menjadi partner dalam bisnis event organizer.

Bagaimana iKreasindo fokus di musik angklung?

Sejak didirikan pada 2009, iKreasindo fokus bermain di musik angklung kontemporer. Kami memasukkan angklung ke setiap aliran musik apa pun. Ini tidak mudah. Banyak yang harus kami lalui untuk mempertahankan formasi yang selama ini telah terbentuk. Sekarang sudah perubahan formasi yang ketiga, dari lima orang termasuk saya, kemudian enam orang, dan sekarang delapan orang. Pergantian itu bukan hanya betambahnya pemain, tetapi juga pergantian personelnya.

Sekarang yang memainkan musik ang klung kontemporer terus ber mun culan, bagaimana Anda menyi kapinya?

Saya berpikir bahwa banyak warna itu lebih bagus dan saya kira iKreasindo atau yang lain pun berpikir seperti itu. Kami tidak merasa sedang bersaing. Kami hanya ingin mengatakan bahwa kami senang menampilkan kesenian, tidak berpikir untuk mencari apakah orang lain harus suka atau tidak.

Selain tentang musik kontemporer, apa yang bisa diketahui tentang sanggar yang Anda dirikan?

Ya, itu tadi. Selain iKreasindo memperdalam musik angklung de ngan kontem porernya, di sini juga kami adakan tari tradisional. Tarian ini un tuk melengkapi ketika ada permintaan iKreasindo yang ingin juga di sandingkan dengan tarian modern. Selain kedua itu, kami juga menggarap konsep-konsep acara untuk berbagai kegiatan, terutama kegiatan di bidang seni.

Bagaimana Anda menjaga musik ang klung dalam setiap pertunjukkan?

Setiap yang meminta penampilan iKrea sindo, saya kira sudah tahu bahwa background kami adalah seni musik tradisi. Meskipun begitu, kami tidak juga membawakan musik dari ber bagai macam aliran. Kami pun mem bawakan lagu-lagu dari luar, tetapi yang perlu diingat bahwa kami tidak menghilangkan musik angklung. Kami pun kolaborasikan musik-musik modern dengan lagulagu Sunda misalnya meski tidak semuanya bisa di perpadukan.

Dengan kolaborasi atau campur aduk seperti itu, bagaimana mendefinisikan karakter bermusik?

Mungkin ada yang mengatakan bahwa kami tidak memiliki karakter dalam bermusik. Tapi, hal yang paling penting bagi saya adalah hubungan kegiatan musik itu sendiri dengan pelaku seni itu. Kami tidak mengatakan “ya” ketika kami diminta untuk perform tanpa angklung. Tapi, kami memberikan tawaran lain, kami pun bisa membantu menyelenggarakan pertunjukan musik lain tanpa kami.

Bagaimana dengan para pemain, apakah juga sevisi?

Di iKreasindo, kami tekankan kekeluargaan. Selain di bidang musik, ada pula yang di tari tradisional, pembuatan angklung, dan ada yang khusus untuk di bidang manajemennya pula, bahkan jika kami di minta tampil kolosal, kami bisa datangkan 200 orang untuk perform. Kami di sini ada untuk saling melengkapi, begitu pun dengan setiap keahlian seni musik kami saling mengisi satu sama lain.

Apa sebenarnya yang menonjol dari sanggar ini?

Kami punya dalang, ahli karawitan, ahli musik modern, bahkan ada ahli manajemen. Kami selalu bicara soal kenyamanan di kantor. Mungkin banyak yang tidak tahu tentang iKreasindo. Tapi yang membuat anak-anak bersemangat bahwa kami di sini bukan untuk menunjukkan keahlian atau nama, tapi kami hanya melakukan apa yang kami suka.

Dengan pengalaman yang dimiliki, apa yang ingin terus Anda lakukan?

Saya ingin terus menjadikan iKreasindo sebagai wadah seni musik tradisional tanpa tertinggal oleh kemajuan musik modern. Saya dan temanteman juga ingin terus mem perkenalkan musik angklung ke berbagai negara.

Ke mana saja?

Kami sebelumnya pernah tampil di Indonesia Festival di Yoyogi Park, Tokyo pada 2010, kemudian Indonesian Night with Mr Phillip Kottler (the Marketing Father)di Chicago, Amerika Serikat. Kami juga pernah pentas di Taiwan, Malaysia, Polandia, Argentina, dan lain-lain. Sekarang kami bersiap untuk tampil di Yordania.

Lewat kesenian ini, Anda juga berperan sebagai wirausaha. Apa yang dituju?

Sebenarnya fokus kami ber kesenian. Namun, ada juga sisi ekonomi, termasuk iKreasindo juga turut mengangkat perekonomian masyarakat. Produksi angklung mengambil bahan baku dari Sukabumi. Itu artinya membantu warga perajin angklung pun dapat memperoleh penghasilan dari tiap penjualan angklung.

Selain itu, mereka yang ikut tampil dalam setiap pentas juga memperoleh pendapatan. Dalam pertunjukan di luar Bandung atau luar negeri, kamipun menyuarakan agar banyak yang datang ber kun jung ke Bandung. Secara tidak langsung ini menggerakkan denyut pariwisata.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/509257/

●cr3/zulfikar